Site icon #MENULISdapatuang

Lebih Baik Mana, Ban Kurang Tekanan Udara atau Kelebihan Udara?

Lebih Baik Mana, Ban Kurang Tekanan Udara atau Kelebihan Udara?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lebih Baik Mana, Ban Kurang Tekanan Udara atau Kelebihan Udara?”, Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/14/091500015/lebih-baik-mana-ban-kurang-tekanan-udara-atau-kelebihan-udara-?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

“Perlu diketahui, 20 persen konsumsi BBM yang dipakai pada kendaraan ada pada ban. Itu dalam kondisi ban tekanan udaranya normal atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” kata Rozi kepada kompas.com beberapa waktu lalu. Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal Panaskan Mesin Mobil? Jika tekanan udara pada ban kurang, maka kerja mesin akan lebih berat dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar juga akan semakin banyak. Sedangkan jika tekanan angin sesuai dengan rekomendasi maka akan membuat ban bekerja maksimal dan lebih efisien. Pengecekan tekanan ban harus dilakukan setidaknya dua minggu sekali atau satu bulan sekali. Karena pada dasarnya tekanan angin ban secara alami akan mengalami pengurangan sekitar 1-2 psi setiap bulan tanpa terpengaruh jenis udara yang digunakan.

Tekanan udara yang kurang akan membuat temperatur ban lebih cepat panas karena permukaan ban yang bergesekan dengan aslpal semakin besar.

Selain udara yang panas, ban juga harus manahan beban kendaraan yang berat.

Hal ini membuat sisi samping ban tidak kuat menahan sehingga mengalami pecah ban. Hal ini tentu saja akan membahayakan bagi pengendara.

Sedangkan, bila ban kelebihan udara setidaknya ada tiga efek buruk, dan dampaknya ini lebih mengarah pada sisi kenyamanan ketika mengendarainya

  1. Mobil akan tidak stabil ketika dikendarai terutama pada kecepatan tinggi. Hal ini lantaran tapak ban yang menyentuh permukaan jalan mengecil, bahkan parahnya bisa menyebabkan terjadinya slip.
  2. Pengendara dan penumpang akan merasakan bantingan yang keras karena udara di dalam ban terlalu padat yang membuat ban tidak bisa menyerap getaran. Perlu diingat, tekanan udara ban yang ideal memungkinkan ban memiliki daya redam layaknya sokbreker.
  3. Permukaan ban akan cepat aus dari biasanya, terutama pada bagian tengah yang porsinya akan lebih banyak bergesekan dengan permukaan jalan saar udara di dalam terlalu padat.