Site icon #MENULISdapatuang

Konflik Antar Korea Selatan dan Korea Utara

Salam #MasBro #MbakBro

Sejak zaman perang dunia ke 2, Korea di kuasai oleh Kekaisaran Jepang hingga tahun 1945. Jepang meninggalkan Korea karena telah menyerah kepada Sekutu. Sejak saat itu, Hanya ada satu Korea. Tidak ada Utara dan Selatan. Perpecahan ini terjadi karena adanya perbedaan Ideologi dimana bagian Utara menganut Ideologi Komunisme sedangkan Bagian Selatan menganut Ideologi Liberali atau Republik.

Perbedaan ideologi ini terjadi karena sekutu datang ke Korea pada waktu yang bersamaan. Istilahnya, Dimana Uni Soviet datang dari atas atau bagian utara sedangkan Amerika datang di dari bawah atau bagian bawah. Amerika dan Uni Soviet adalah sesama sekutu. Namun, Kedua negara tersebut memiliki ideologi yang berbeda. Amerika menganut Ideologi Republik dan Uni Soviet menganut Ideologi Komunisme.

Sejak saat itu, Korea terbagi menjadi 2. Di bagian utara pemimpin dari Korea Utara adalah Kim Il Sung dan Korea Selatan Pemimpin nya adalah Lee Seung-man.

Korea Utara menyerang Korea Selatan dan berhasil menduduki Ibu Kota Korea Selatan Seoul. Korea Utara menyerbu hingga sampai ke Busan. Pada saat itu, Korea Selatan tidak mempunyai senjata apapun. Korea Selatan sudah sangat terpojok dan Pemerintahannya pun pindah ke Busan. Amerika tidak ingin kehilangan Korea Selatan yang memiliki Ideologi yang sama. Akhirnya Amerika membantu Korea Selatan.

Amerika sebenarnya tidak kuat kalau nyerang dari Busan. Maka, Jendral Mc Arthur membuat rencana Menyerang dari Incheon dan merebut kembali Seoul Ibu Kota Korea Selatan. Korea Selatan sudah berhasil terbebas dari Serang Korea Utara. Namun, Korea Selatan tidak berhenti, Korea Selatan menyerang ke wilayah utara bersama Pasukan dari Amerika Serikat hingga ke perbatasan Korea Utara – Cina.

Perang usai tanggal 27 Juli 1953 karena di adakannya Gencatan Senjata antara Korea Selatan dan Korea Utara. Perang Korea menewaskan sedikitnya 2,5 Juta warga dan tentara.