Site icon #MENULISdapatuang

Apem – KBBI

apem-adalah.jpeg

Apem – KBBI

Salam #MasBro #MbakBro

Cari kata KBBInggris lain! 1-9  A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z

Apem – KBBI

Apam atau apem (dikenal juga dengan appam di negara asalnya India) merupakan makanan yang memiliki komposisi terdiri dari tepung beras yang didiamkan selama satu malam dengan mencampurkan telur, santan, gula dan tapai serta sedikit garam lalu dibakar atau dikukus. Bentuk dari apem sendiri mirip dengan serabi, tetapi lebih tebal.

Baca Juga
Cara Memutihkan Wajah

Sejarah

Menurut legenda, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”[3]

Makanan ini kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.

Apam atau apem (dikenal juga dengan appam di negeri asalnya India[1]) adalah makanan yang terbuat dari tepung beras yang didiamkan semalam dengan mencampurkan telursantangula dan tape serta sedikit garam kemudian dibakar atau dikukus. Bentuknya mirip serabi, tetapi lebih tebal.[2]

Sejarah dan tradisi[sunting | sunting sumber]

Menurut legenda, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”[3]

Makanan ini kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.[3]

pem adalah simbol kesederhanaan pada Tahun Baru Islam Apem kemudian bisa identik dengan perayaan Tahun Baru Islam karena apem adalah sebuah sesaji yang selalu lekat dengan segala macam perayaan yang dilakukan masyarakat Jawa. Sejak masa pra-Islam, sesaji berupa apem telah ada dalam berbagai bentuk ritual masyarakat. Kemudian Islam masuk ke Jawa, dan muncul perayaan Tahun Baru Islam, kebiasaan menyajian sesaji berupa apem tersebut tidak hilang dan tetap dilakukan. “Hanya saja yang disembah bukan lagi roh, pepunden, penunggu tapi adalah Tuhan dengan sarana apem tadi,” terang Heri. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Filosofi Apem pada Tahun Baru Islam, Simbol Kesederhanaan dan Kebersamaan”,

Punya pertanyaan tentang tulisan ini?
Silahkan komen dibawah ya.

Apapun mesin pencarinya.
kekitaan sumbernya.

Semoga bermanfaat.
Seneng bisa berbagi.

pasangIN iklan mu disini!

Biaya lebih hemat dan tepat sasaran dengan tampil 24 jam.
Penjualan jadi meningkat.
BONUS review.